
Kesadaran terhadap kelestarian lingkungan hidup harus ditanamkan sejak dini, dan sekolah merupakan hulu terbaik untuk memulai gerakan ini. Kabar gembira datang dari dunia pendidikan Bali. Menyambut tahun ajaran baru, sebuah langkah progresif demi kelestarian bumi baru saja diumumkan oleh Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali. Melalui surat resmi bernomor 037/GR-PPLH Bali/Ext/VI/2026, SD Negeri 1 Baler Bale Agung dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi awal Program Sekolah Ekologis (SEKO) untuk periode 2026-2027. Keberhasilan ini menjadi angin segar sekaligus bukti komitmen nyata dari pihak sekolah dalam mewujudkan ekosistem belajar yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Bagaimana program ini akan berjalan dan apa dampak positifnya bagi masa depan generasi muda? Mari kita bedah selengkapnya!
Apa Itu Program Sekolah Ekologis (SEKO)?
Bagi sebagian orang, istilah "Sekolah Ekologis" mungkin masih terdengar baru. Program Sekolah Ekologis (SEKO) merupakan sebuah inisiatif strategis yang diinisiasi oleh Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali bersama Aliansi Zero Waste Indonesia (AZWI). Tidak bergerak sendiri, program mulia ini juga didukung penuh dan bekerja sama dengan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali.
Tujuan utama dari kolaborasi lintas sektor ini adalah untuk mendorong terwujudnya lingkungan sekolah yang:
- Sehat: Bebas dari pencemaran lingkungan dan mendukung kesehatan fisik seluruh warga sekolah.
- Aman: Menciptakan ruang belajar yang minim risiko bencana ekologis serta nyaman digunakan.
- Berkelanjutan: Menerapkan praktik-praktik pengelolaan lingkungan hidup yang konsisten dan berdampak jangka panjang.
SDN 1 Baler Bale Agung Siap Menjadi Sekolah Percontohan
Tahapan Selanjutnya: Verifikasi Kondisi Lingkungan Sekolah
- Sistem pengelolaan dan pemilahan sampah di area sekolah.
- Ketersediaan ruang terbuka hijau (RTH) dan sanitasi air yang bersih.
- Potensi pelibatan siswa dan kantin sekolah dalam mengurangi plastik sekali pakai.
Mengapa Program SEKO Sangat Krusial untuk Masa Depan?
- Pembentukan Karakter Sejak Dini: Siswa yang terbiasa membuang sampah pada tempatnya dan menghargai tanaman di sekolah akan membawa kebiasaan baik tersebut hingga mereka dewasa.
- Efisiensi Sumber Daya: Sekolah dapat menghemat biaya operasional melalui program reduksi sampah, penghematan air, serta efisiensi energi.
- Efek Domino bagi Lingkungan Rumah: Pengetahuan yang didapatkan siswa di sekolah sering kali ditularkan kepada orang tua mereka di rumah, menciptakan komunitas masyarakat yang lebih peduli lingkungan.
0 Komentar